Minggu, 06 Desember 2009
Nada-Nada Fajar
'ku semat dalam kelopakku,
cahayanya yang segar ranum,
bagaikan kotak musik,
menghimpun nada-nada harapan,
bagi jiwa yang bersih,
mengukir kisah dan cita baru,
selamat datang pagi...
Selamat hari lahir tuk Yanti (11 Maret 2003)
Daan Mogot (4 Maret 2003)
Kala Tidurmu, Mama
tak 'ku saksikan gurat kedamaian,
matanya yang terpejam bagai terjaga,
mengungkapkan selaksa kegundahan,
yang tak sanggup ia dialogkan bersamaku...
Oh, alangkah sukarnya menjadi dirimu,
kadang 'ku renungkan,
apa yang kau mimpikan dalam diammu itu,
atau mungkin kau tak mengenal mimpi...
Kau pernah katakan,
bagimu mimpi adalah selimut tidur,
sedangkan kau tak pernah berselimut,
mungkinkah memang kau tak mengenal mimpi,
atau kau tak tidur dalam pejammu...
Sesaat setelah kau terpejam,
kadang 'ku hampiri dirimu,
dan 'ku pandangi sayu di wajahmu,
seakan ada lukisan duka,
yang luar biasa mendera...
Aduhai, alangkah menderitanya menjadi dirimu,
namun aku tetap bercita-cita,
ingin menjadi dirimu,
tidur sepertimu,
berfikir sepertimu,
hidup sepertimu,
agar kemuliaan Tuhan pun menjadi bagianku sepertimu, Aamiin...
Teruntuk Mama
Daan Mogot (4 Maret 2003)
Lewat Senja
yang indah ini bagimu,
bersama mega yang menjingga,
menyambut malam...
Di senja ini kawan,
ada tawa kita,
semburat sinarannya,
adalah rekaman kisah kita,
yang masih hangat bagai senja,
dan di sana,
bahagia kita, nestapa kita,
menjelma menjadi sabit dan kejora...
Dan kita,
kita adalah angin,
yang berembus meniupi dedaunan,
dan seisi jagat di pengujung hari,
meninggalkan jejak, sebuah sejuk,
sejuk yang lahir dari hati...
Ku ingin semua merasakan sejuk,
kesejukan,
yang mampu memenitkan detik,
meruntuhkan lelah,
melelapkan mimpi...
Begitulah kira-kira yang kuinginkan,
aku ingin kita menjadi angin,
yang membawa kesejukan,
di setiap hati...
Depok, lewat senja ini, untuk senja esok...
Hepi b'day to Imron (27 Juni 2004) & Lena (30 Juni 2004)
No Title (Ucapan Pernikahan tuk Anis-Misbah)
bila langit berubah warna,
menghijau laksana rumput bercermin,
dan dijatuhkannya embun,
bukan sebagai air mata,
melainkan kegembiraan tiada tara,
dan,
biarlah Allah menjadikannya,
cukup hanya untuk kalian berdua,
supaya gugur keheningan,
pudar kekhawatiran,
dalam kesejukan embun langit,
dan keberkahan tak terkira...
Allah maha pencinta,
dan demikianlah kiranya,
bila 'ku isyaratkan,
burung tak lagi bernnyanyi,
melainkan berdo'a,
atau malam tak lagi pekat,
namun benderang penuh cahaya...
Dan cukuplah adanya,
syukur tertuju pada Allah semata,
niscaya kasih sayang akan terpancar di hati setiap insan teruntuk kalian,
Aamiin...
Teruntuk Anis & Misbah
Pekalongan (1-2 Maret 2003)
Daan Mogot (24 Februari 2003)
Sabtu, 05 Desember 2009
Membuat Banner Sendiri
Langkah pertama, aku buka gambar vector bunga yang aku download di www.shutterstock.com.
Aku pilih Magic Wand tool (W) dan menyorot background gambar yang berwarna putih. Klik Select > Save selection, aku beri nama A. Hal ini berguna untuk menyimpan gambar yang sudah aku seleksi. Jika aku membutuhkan kembali seleksi tersebut, cukup klik select > load selection pada chanel yang aku namai A sebelumnya.
Pilih Eyedropper tool (I) dan aku ubah warna background menjadi pink, misalnya. Tekan delete dan warna background sudah berubah menjadi pink.
Nah, inilah hasil bannerku, selamat menikmati blogku yah… (Saran dan kritik pembelajarannya ku tunggu yaks..)













